Selasa, 17 November 2009

IP TV

Sejarah IPTV:
ABC World news adalah Operator Televisi pertama pada tahun 1994 yang memancarkan (broadcast) siaran televisi menggunakan jaringan internet. Software yang dipergunakan adalah “Video Conference CU-SeeMe”.
Sebagai kelanjutannya pada 1998, Operator Radio via Internet, AudiNet memulai webcast secara langsung menggunakan IP.Dan pendirian precept software oleh Judith Estrin dan Bill Carrico.

IPTV ialah sebuah sistem yang digunakan untuk mengirim layanan televisi digital kepada konsumen yang terdaftar (sebagai subscriber) dalam sistem tersebut. Pengiriman (sinyal) digital televisi tersebut memungkinkan diselenggarakan dengan menggunakan Internet Protocol melewati sebuah koneksi broadband, biasanya digunakan dalam sebuah network termanajemen (jaringan yang terorganisasi sendiri) yang lebih baik daripada internet publik dengan tujuan agar kualitas pelayanan terjamin. Kebanyakan layanan ini disediakan bersama dengan permintaan fasilitas video. Sebagai tambahan, terdapat ketentuan terhadap pemanfaatan layanan internet seperti akses web dan Voice over Inrternet Protocol. Dalam kasus ini, ketika internet layanan internet juga disediakan, akan disebut sebagai Triple Play.Saat ini, IPTV sedang enjadi pembicaraan panas di seluruh dunia. Pemberitaan media masa ialah nilai dari sejumlah contoh dan cerita sederhana, dan gambaran masa depannya. IPTV merupakan sistem yang sangat berguna, lantas Anda bisa menerima sinyal televisi dan video disamping dengan layanan-layanan multimedia lain dengan memanfaatkan koneksi internet.

Perlu diingat bahwa IPTV tidak seperti program televisi broadcast biasa yang menggunakan internet, tetapi lebih dari itu, IPTV ini dikatakan unik. Garis bentuknya diwakili oleh sistem tertutup, sistem televisi berhakpaten, yang mirip dengan layanan kabel akhir-akhir ini. Namun perbedaannya, pengiriman IPTV dibuat lewat channel-channel verbasis IP yang aman, yang mengakibatkan peningkatan tajam dalam kontrol distribusi content.

Aturan dari IPTV ialah mengintegrasikan sejumlah cara untuk meneliti dan mengikuti kebutuhan-kebutuhan user. Aturan ini juga memberi beberapa batasan dan pilihan melalui sebuah periode waktu yang khusus. Oleh sebab itu kemunculannya disebabkan kesempurnaan platform yang mana para pengguna dapat menambah fitur e-commerce maupun target iklan yang lebih banyak.

IPTV menggunakan sebuah Internet Protocol melalui koneksi broadband dan yang paling sering, layanan ini telah tersedia secara paralel dengan koneksi internet dari subscriber (pelanggan), disuplai oleh operator yang menggunakan layanann broadband. Ini dilakukan dengan menggubnakan infrastruktur yang sama, tetapi nampaknya melalui sebuah alokasi bandwidth yang tetap (dedicated bandwidth). Oleh sebab itu, kita bisa menjelaskan ini sebagai sebuah sistem di mana layanan televisi digital disediakan untuk melayani konsumen melalui koneksi broadband menggunakan Internet Protocol (IP).

Sebagai tambahan, salah satu yang harus diingat bahwa IPTV terlihat jelas berbeda dengan video internet. Video internet menyediakan layanan dalam menonton video, seperti preview film dan webcam. Layanan ini sering disebut “best effort” oleh penyedia jasa internet, yang tidak memiliki servis manajemen “back-to-back” bersama dengan pertimbangan-pertimbangan kualitas layanan.

Perbedaannya, teknologi IPTV lebih luas, user friendly (mudah digunakan), dan disatukan dengan teknologi akses DSL (Digital Subscriber Line) berkecepatan tinggi, seperti Asymetric Digital Subscriber Line (ADSL2), ADSL2+ dan Very High Data Rate Digital Subscriber Line (VDSL). Tentu saja hal ini menawarkan nilai tambah, menciptakan kesempatan baik bagi industri penyedia layanan telekomunikasi. Oleh sebab itu, IPTV memberi peluang para provider dalam berpartisipasi dan menyediakan efisiensi pada pasar “Triple Play” (suara, video, dan internet).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar